Hal ini juga diterapkan di SMK Ma'arif Kota Mungkid, khususnya pada pelajaran bekerja dengan mesin bubut untuk kelas 2 teknik mesin dan juga pelajaran menggambar teknik 2, yang diampu oleh PM (inisial penulis). Hal ini dilaksanakan dengan tujuan agar siswa punya tanggung-jawab untuk menyelesaikan tugas/beban belajar yang telah ditetapkan dan disepakati bersama yang pada akhirnya siswa mempunyai etos kerja, sikap kerja dan kedisiplinan kerja serta dapat memanfaatkan waktu belajar sebaik-baiknya agar tepat waktu dalam menyelesaikan tugas/beban belajar.

Pola pembelajaran pada pekerjaan mesin bubut kelas 2 yang diterapkan, antara lain :
- Satu benda kerja 1 anak, artinya tiap kompetensi diukur dengan pekerjaan yang dilaksanakan oleh setiap anak dengan dibuktikan hasil pekerjaan berupa benda kerja yang dilengkapi dengan portofolio/lembar penilaian setiap anak. Dengan cara ini setiap anak wajib menyelesaikan pekerjaannya sendiri, tidak dengan 1 benda kerja untuk lebih dari 1 orang, yang memungkinkan penilaian menjadi tidak objectif dan tidak adil.
- Jobsheet dibuat dengan berbagai level, mulai dari level mudah - sedang - menengah - sulit. Pola ini anak diajarkan model pendidikan yang tidak menakutkan, sebaliknya anak merasa tertantang.
- Pada job 1, pekerjaan mudah dan simpel, dengan nilai yang mudah diraih karena kualitas pekerjaan masih mudah sehingga anak akan senang mengerjakan dan rata-rata mendapatkan nilai 80. Pekerjaan pada job 1 meliputi ; bubut facing, bubut rata dan chamfer saja, namun aspek penilaian lengkap meliputi kehalusan, ketepatan ukuran, kecepatan waktu, profil, keselamatan kerja, langkah kerja. Ketepatan ukuran pada tiap bagian yang terukur menempati posisi dominan = 70 %.
- Selanjutnya pada job 2 kompetensi ditambah sedikit rumit, disamping pekerjaan dasar pada job 1 juga dilengkapi bubut bertingkat, alur, ulir, tirus, mengebor, dan membuat ulir dalam dengan tap.
- Begitu juga pada job 3 yang menitik beratkan pada pekerjaan mengebor, dan pada job 4 diutamakan pada pekerjaan membuat ulir luar dengan mesin bubut.
- Terakhir mereka harus menyelesaikan seluruh rangkaian kompetensi yang diwajibkan. Apabila pada akhir masa pelajaran yang dijadwalkan belum selesai, maka siswa belum bisa mendapatkan nilai untuk dapat mengikuti pelajaran di kelas berikutnya. Biasanya terdapat beberapa siswa (hampi mencapai 30 %) yang harus menambah waktu praktek untuk menyelesaikan jobsheet masing-masing. Mereka biasa menyebut istilah LEMBUR, dan untuk LEMBUR mereka harus membayar untuk keperluan praktek overtime ini yang besarnya diseakati Rp 3000,- untuk 1 harinya. Uang ini dikelola oleh bengkel untuk pelayanan bengkel agar lebih optimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar